Home Training Motivasi Spiritual
Add Site to FavoritesAdd Page to FavoritesMake HomepageShare This PageEmail This PagePrint This PageSave Page as PDF

Event dan Kegiatan

Saturday, 13 February 2010
Teqita

Tadabbur Quran dan Tafakur Alam. 13-14 Februari 2010, bertempat di megamendung puncak bogor. Mentafakuri ayat-ayat Quran ditengah indahnya curug panjang.


View all events.

Facebook Page

Facebook
El Fawaz => on Facebook
Training Motivasi Spiritual PDF Print E-mail
Written by admin   
Tuesday, 14 April 2009 13:01

 

Training Motivasi Spiritual

Materi Pelatihan  yang kami sajikan diantaranya meliputi :

 

  1. Mengenal Allah Sang Khaliq

Mungkin terlintas dalam benak kita, apakah masih perlu berbicara tentang Allah? Bukankah kita sudah sering mendengar dan menyebut asma-Nya. Bukankah kita sudah tahu bahwa Allah adalah Tuhan kita. Tidakkah itu sudah cukup? Ketahuilah, perasaan merasa cukup inilah yang menghalangi kita untuk menambah dan memperkaya wawasan kita tentang pemahaman dan pengenalan terhadap pencipta kita, Allah SWT. 

Sesungguhnya semakin dalam dan sering kita memahami untuk mengenal Allah maka kita akan semakin merasa dekat dengan-Nya. Semakin dekat perasaan kita kepada Allah, semakin tenang jiwa kita. Sebagaimana yang termaktub dalam Al Qur’anul Karim dalam Surat Ar Ra’du (13) : 38.

Dalam memahami dan mengenal Allah, kita sebaiknya berkeyakinan bahwa Allah sumber ilmu dan pengetahuan. Ilmu-ilmu tersebut berfungsi sebagai pedoman hidup. Dan sebagai sarana hidup. Dengan keyakinan itu maka kita akan lebih mudah untuk memahami Allah dan juga memiliki kepribadian yang merdeka dan bebas, karena kita hanya menjadikan Allah sebagai satu-satunya penguasa diri kita, seluruh makhluk bagi kita memiliki posisi yang sama. Sama-sama hamba Allah jadi kita tidak akan takut kepada selain Allah.

~ Ahammiyatu Ma'rifatullah (Pentingnya Mengenal Allah),
~ Ath Thariiq ila Ma'rifatillah (Cara Menuju Ma'rifatullah),
~ Al Mawani' Fi Ma'rifatillah (Penghalang Mengenal Allah),
~ Al Adillah 'ala Wujudillah (Bukti Keberadaan Allah),
~ Tauhidullah (Mengesakan Allah),
~ Al Hayah Fi Zhilali Tauhid (Hidup Dibawah Naungan Tauhid),
~ Ma'na La ilaha Illallah (Makna Lailaha illallah),
~ Mahabbatullah (Mencintai Allah),
~ Ma'iyyatullah (Kesertaan Allah),
~ Al Ihsan (Berbuat Baik),
~ 'Ilmullah (Ilmu Allah).

 

  1. Copy Paste Rasulullah Saw

Mengenal rasul merupakan sebuah bahasa yang sangat penting dalam pembinaan keagamaan seorang muslim. Dalam kalimat syahadat kesaksiannya yang pertama yang dilakukan seorang adalah keyakinan bahwa Allah itu Esa dan yang kedua adalah keimanan terhadap kerasulan Muhammad SAW. Oleh karena itu pengenalan terhadap Rasulullah SAW sangat menentukan tingkat pemahaman, penghayatan dan pengamalan seseorang terhadap ikrar keislaman mereka, karena dari sinilah terbentuklah kepribadian muslim.

Mengenal rasul menjadi sebuah keperluan yang asasi bagi kaum muslimin masa kini karena mereka tidak hidup bersama dengan nabi, mereka harus beriman kepada kerasulan Muhammad SAW dengan keimanan yang sebenar-benarnya. Inilah sebuah upaya untuk menghayati makna syahadatain.

Ibnu Qoyyim menerangkan bahwa kebutuhan manusia yang utama adalah mengenal para rasul dan ajaran yang dibawanya, percaya akan berita dan yang disampaikannya serta taat pada yang diperintahkan, sebab tidak ada jalan menuju kebahagiaan dan keberhasilan di dunia dan akhirat kecuali dengan tuntunan para rosul. Tidak ada pula petunjuk untuk mengetahui yang baik dan buruk maupun keutamaan yang lain kecuali mengikuti rasul untuk mendapatkan ridha Allah.

Hajatul Insan ila Rasul (Kebutuhan Manusia Kepada Rasul),
~ Ta'rifur Rasul (Pengertian Tentang Rasul),
~ Makanatur Rasul (Kedudukan Rasul),
~ Sifatur Rasul (Sifat-Sifat Rasul),
~ Wazhifatur Rasul (Tugas-Tugas Kerasulan),
~ Khashaisur Risalah Muhammad SAW (Kekhususan Risalah
   Muhammad SAW),
~ Wajibuna Nahwar Rasul (Kewajiban Terhadap Rasul),
~ Nataiju Ittiba'u Rasul (Buah Dari Mengikuti Rasul).

3.      7 Rahasia membangun peribadi sukses sejahtera


1. Rahasia "Hukum Tarik Menarik"
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta silih bergantinya siang dan malam SUNGGUH terdapat tanda-tanda (RAHASIA) kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal” (QS 3: 190)

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka. (3:191)

Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra telah mendengar Rasululah saw bersabda: Siapa yang membaca shalawat untukku satu kali, Allah akan menurunkan rahmat kepadanya sepuluh kali. (HR MUSLIM)

Jadi dapat disimpulkan bahwa: ”Segala perasaan dan pikiran Anda, baik itu positif ataupun negatif, disadari atau tidak, akan dipancarkan ke luar diri Anda yaitu ke alam semesta, dan akan kembali pada Anda hal yang sama (positif ataupun negatif) dalam jumlah yang lebih besar”. Inilah kesimpulan Hukum Tarik Menarik.

2. Rahasia “Menulis”
Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata. (10:61)

Maka tulislah dalam sebuah “Buku Catatan Impian” semua keinginan Anda besar dan kecil. Dan Anda akan melihat ”dahsyatnya” dari apa yang Anda tulis, sehingga akan datang pada Anda sesuatu yang lebih baik dan lebih besar dari apa yang Anda tulis sesuai hukum tarik menarik.

3. Rahasia “Do’a”
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina". (QS.40:60)

Berdoalah dengan penuh keyakinan, dan terimalah pemberian Allah langsung saat Anda berdoa. “Minta, Yakin, dan Menerima”!!! Lihatlah dalam hati Anda bahwa semua pemberian itu sudah ada dalam hati Anda yang lapang!!! Apa yang ada dalam hati Anda akan terpancar keluar dan akan kembali pada Anda sesuatu yang lebih baik dan lebih besar!!!

4. Rahasia “Syukur”
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.16 :18)

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih“ (QS.14:7)

Rasa syukur yang Anda ucapkan, akan terpancar keluar dan akan kembali pada Anda sesuatu yang lebih baik dan lebih besar dari apa yang Anda ucapkan!!! Awalilah hari-hari Anda, disaat mulai bangun tidur dengan mensyukuri segala kebaikan dan kenikmatan yang telah Allah berikan. Coba ingat-ingat dan hitunglah kenikmatan tersebut… Maka Anda akan merasakan sebuah keajaiban dalam hidup ini.

5. Rahasia “Visualisasi’
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS.2:25)

6. Rahasia “Memberi”
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.2:261)

7. Rahasia “Berserah Diri”

Jika semua usaha kita sudah melakukannya dengan maksimal, barulah kita bertawakkal kepada Allah SWT.

 

4.      Menguak rahasia Al Qur’an

Ketika manusia mencoba mengupas keagungan Al-Qur’an Al-Karim, maka ketika itu pulalah manusia harus tunduk mengakui keagungaan dan kebesaran Allah swt. Karena dalam Al-Qur’an terdapat lautan makna yang tiada batas, lautan keindahan bahasa yang tiada dapat dilukiskan oleh kata-kata, lautan keilmuan yang belum terpikirkan dalam jiwa manusia, dan berbagai lautan lainnya yang tidak terbayangkan oleh indra kita.

Oleh karenanya, mereka-mereka yang telah dapat berinteraksi dengan Al-Qur’an sepenuh hati, dapat merasakan ‘getaran keagungan’ yang tiada bandingannya. Mereka dapat merasakan sebuah keindahan yang tidak terhingga, yang dapat menjadikan orientasi dunia sebagai sesuatu yang teramat kecil dan sangat kecil sekali. Sayid Qutub, di dalam muqadimah Fi Dzilalil Qur’annya mengungkapkan, “Hidup di bawah naungan Al-Qur’am merupakan suatu kenikmatan. Kenikmatan yang tiada dapat dirasakan, kecuali hanya oleh mereka yang benar-benar telah merasakannya. Suatu kenikmatan yang mengangkat jiwa, memberikan keberkahan dan mensucikannya.”

 

     ~ Ta'riiful Qur'an (Mengenal Al Qur'an),
           ~ Asma'ul Qur'an (Nama-nama Al Qur'an),
           ~ Muqtadha Al Iman Bil Qur'an (Tuntutan Iman Kepada Al Qur'an),
           ~ Akhtharu Nisyan Bil Qur'an (Bahaya Melupakan Al Qur'an),
           ~ Syuruthul Intifa' Bil Qur'an (Syarat Untuk Mengambil Manfaat Dari Al Qur'an).

5.      From Zero To Hero

 

Sehebat apapun potensi yang dimiliki dalam diri, maka raksasa potensi perlu pemicu untuk diledakkan menjadi karya monumental.
Pelatihan ini hadir untuk memfungsikan potensi-potensi diri secara optimal melalui konsep diri positif yang terus mengelaborasi berbagai keunggulan diri & mendayagunakan keunggulan itu untuk lahirnya prestasi-prestasi dahsyat.

 

  1. Membangun kecerdasan finansial dengan nilai-nilai spiritual

Kunci utama untuk menjadi cerdas secara finansial adalah kepada bagaimana pola keseimbangan antara begaimana mendapatkan (inflow) dan menggunakan (outflow). Formula umum yang sering digunakan adalah 10:10:80. Bagian pertama (10%) adalah prosentase yang dialokasikan untuk tabungan akhirat dengan cara memberi sedekah, sumbangan ke panti asuhan, masjid, gereja, dan banyak lainnya dengan harapan bisa mendapat balasan yang lebih besar dari Yang Maha Kuasa. Bagian kedua (10%) dialokasikan untuk investasi dunia dengan cara terus menanamkan modal guna pengembangan usaha berikutnya (bisa dengan tabungan di bank, pembelian saham, atau bentuk investasi lainnya yang sehat dan wajar). Sedangkan, bagian ketiga (80%) digunakan untuk aktivitas itu sendiri, baik sebagai biaya operasional, pemeliharaan, dan kegiatan lainnya. Formulasi ini dianggap yang paling minimal untuk tetap menjadi cerdas secara finansial.

Bagaimana prakteknya? Cobalah untuk mengalokasikan dana yang diperoleh untuk kegiatan tersebut di atas, buka untuk hal-hal yang tidak berguna.  Sekali lagi, siapkan 10% untuk ditabungkan demi akhirat anda, sedekah yang diberikan sungguh akan kembali dalam bentuk tambahan rejeki yang berlimpah untuk kita, bagian jariah yang diberikan untuk masjid akan kembali kepada kita juga, dan seterusnya. Siapkan yang 10% lagi untuk investasi dunia, perluasan bisnis, ekspansi dan eksplorasi ladang bisnis yang lebih menantang atau prospektif, semuanya akan kembali dlam bentuk yang berlipat ganda jumlahnya. Sisanya yang 80% digunakan untuk keseharian yang tidak mubazir, tidak berguna atau bahkan foya-foya. Semua digunakan untuk kegiatan positif yang dapat lebih memperkaya intelektual, spiritual, dan emosional kita. Semoga bermanfaat

 

  1. Membangun Generasi Rabbani

Ummat Islam yang solid adalah ummat yang memiliki tiga kekuatan di atas (aqidah, ukhuwah, dan jihad). Untuk memilikinya, ummat Islam hendaknya diarahkan menuju generasi Rabbani sebagaimana yang pernah termanifestasi dalam diri para shahabat Rasulullah SAW. Generasi Rabbani merupakan generasi yang seluruh aktifitas kehidupannya diorientasikan hanya kepada Allah. Dalam Al-Qur’an (Q.S. 3:79, 3:146-147) disebutkan langkah-langkah aplikatif yang niscaya bagi terwujudnya generasi Rabbani,

 

 

  1. Be Your Self

Tuhan berikan kepada setiap manusia sebuah potensi yang dahsyat, yaitu Otak. Namun banyak diantara kita tidak memiliki kemampuan memberdayakannya dengan optimal. Pelatihan ini akan membuat Anda menjadi orang ­ orang yang memiliki Mental Kreatif, Menggunakan Daya Imajinasi Anda, Mengenal Potensi Otak, Memahami Kekuatan Luar Biasa Otak, Memahami Konsep Jadi Kreatif, Mampu Mengelola Ide, dan Melatih Anda Merealisasikan Ide Menjadi Kenyataan.

  1. Mental Spiritual Character Building

Pelatihan menuju perubahan diri untuk menjadi lebih baik melalui pembentukan karakter yang kuat yang memiliki kecerdasan spiritual & emosional, yang mampu merubah problem yang dihadapi menjadi peluang

            ~ Membangun Tanggungjawab dan    Amanah,
            ~ Membedah Pondasi Karakter,
            ~ Sensitivitas,
            ~ ReBorn,
            ~ Membangun Kekuatan Spiritual dan    Emosional,
            ~ Amal Unggulan,
            ~ Integritas dalam Kehidupan,
            ~ The Art of Loving, Caring, Giving and Gathering,
            ~ Penyusunan Balanced Score Card Karakter Pribadi,
            ~ Membangun Komitmen,
            ~ Connecting Programs : Cemetery Process, Walking On The Fire & Outbound

  1. Quantum Change

Dari kegiatan Training ini diharapkan tumbuh kesadaran sosial akan berbagai problematika masyarakat & menemukan berbagai sumber penyebabnya.
Menumbuhkan rasa kepercayaan kepada Allah, sehingga tumbuh keyakinan yang sempurna. Tumbuhnya kesadaran dan keikhlasan dalam beribadah. Terbangunnya solidaritas personal, solidaritas kelompok dan solidaritas global dalam memperbaiki masyarakat.

~ Problematika masyarakat dan era
   spiritualitas,
~ Sensitivitas: Zero mind process,
~ Keagungan Allah (1 & 2),
~ Kekuasaan Allah ,
~ Kesadaran dan Perubahan Diri,
~ Personal Mission Statement,
~ Positive Habits and Characters,
~ Kontribusi Sosial & Pembangunan
   masyarakat spiritual,
~ Integritas: Pribadi Istiqomah

11.  Mencetak Generasi Qur’ani

 

Membumikan Al Quran merupakan integrasi dari membaca, menghayati dan mengamalkan Al Quran.Membumikan berarti adanya kontinuitas untuk mengamalkan sekaligus mensyiarkan Al Quran dalam kehidupan Alquran merupakan subjek sekaligus objek. Alquran merupakan subjek dalam arti dia dapat merobah moralitas manusia dan menghidupkan jiwa yang mati sehingga menjadi generasi Qurani yang didambakan. Alquran merupakan sebagai objek bukan hanya untuk diperlombakan tetapi dia harus dibumikan, dan upaya untuk mencapai ke arah itu paling tidak mengamalkan. Rumus 4 M + 1 A (Membaca, Menghayati, Mengamalkan dan Membumikan Alquran).

 

Pendidikan al-Qur'an adalah salah satu ikatan rohani yang paling efektif untuk mendidik jiwa seseorang. Rasulullah SAW bersabda: "Didiklah anak-anakmu dalam tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai keluarganya dan membaca al-Qur'an.

Sesungguhnya orang-orang yang membawa a!- Qur'an berada dalam naungan Arsy Allah ketika tidak ada naungan kecuali naungan Nya, bersama para nabi dan orang-orang suci." (Riwayat ath-Thabrani).

Para ulama terdahulu telah menekankan kepentingan dan keutamaan pengajaran al-Qur'an agar dimulakan sejak zaman kanak-kanak. Dalam Muqaddimah-nya, Ibun Khaldun mengisyaratkan pentingnya mengajar dan menghafal al-Qur'an kepada anak-anak. Menurut beliau pengajaran al-Qur'an adalah dasar pengajaran dalam semua kurikulum sekolah di berbagai negara Islam. Al-Qur’an merupakan semboyan agama yang mengukuhkan akidah. Begitu juga Ibnu Sina, dalam kitabnya "as-Siyasah", menekankan kaum muslimin seharusnya mempersiapkan fizikal dan mental anak yang dimulakan dengan pengajaran al-Qur'an. Imam al-Ghazali dalam Ihyanya pula mewasiatkan pengajaran al-Qur'an, hadis dan cerita orang-orang soleh kepada anak-anak. Malah telah menjadi suatu kebiasaan para orang tua menyerahkan anak-anak mereka kepada seorang syaikh murabbi (pendidik) untuk diajar al-Qur'an. Sehingga roh mereka begitu tinggi, hati mereka khusyuk, air mata mereka mudah berlinangan bila mengingati Allah. Inilah kesan lantunan gema al-Qur’an, keimanan dan aqidah yang telah meresap ke dalam jiwa.

"Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (iaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka." ( al-Hajj: 34-35).

Menumbuhkan Rasa Cinta pada al-Qur'an

“Tak kenal maka tak cinta.” “Dari mana datangnya cinta ? Dari mata turun ke hati.”

Ungkapan-ungkapan ini sering dilafazkan apabila kita berbicara tentang cinta. Oleh itu bagaimana menyuburkan rasa cinta dalam jiwa anak terhadap al-Qur'an? Dalam hal ini ibu bapa adalah pihak yang paling berperanan menjadi pembentuk cinta tersebut. Rasa cinta akan tumbuh subur dalam jiwa anak-anak apabila mereka sering melihat dan membaca Al-Qur’an. Anak-anak akan terpengaruh dengan persekitaran yang dilihat disekelilingnya. Hidup dalam suasana membaca Al-Qur’an, membincangkan atau menghafal ayat-ayat suci al-Qur'an dalam sebuah keluarga akan menumbuhkan rasa hormat dan menimbulkan kebanggaan dalam jiwa anak kepada al-Qur'an.

Perlihatkanlah kepada anak-anak suasana indah bersama Al-Qur’an. Tidurkan mereka dengan kisah-kisah dari Al-Qur’an. Bukannya dongengan dari kayangan. Dodoikan anak-anak dengan dendangan Al-Qur’an. Pujuklah mereka dengan janji-janji dari Al-Qur’an. Takutkan mereka dengan ancaman dalam Al-Qur’an. Bukan takut binatang atau hantu atau kegelapan.Biarkan mereka kenal Al-Qur’an dalam kehidupan. Jangan jadikan Al-Qur’an asing dalam kehidupan. Hanya disentuh apabila ada kematian atau diletakkan tinggi kononnya dimuliakan sehingga dibaca anai-anai.

Semaklah bacaan al-Qur'an anak-anak sebagaimana kita menyemak tugas sekolah mereka. Putarkan alunan Al-Qur’an melalui pita rakaman. Bukan hanya lagu-lagu yang mengasyikkan. Gemakanlah Al-Qur’an dalan jiwa anak-anak agar ia melahirkan generasi cinta Al-Qur’an. Generasi tetap pendirian, generasi yang hidup dengan semangat perjuangan. Generasi yang sanggup menumpahkan darah demi mempertahankan Al-Qur’an. Generasi bijak yang beriman. Generasi yang berwawasan. Generasi al-Qur’an….. Ia bukan suatu dongengan.

 

12.  Pribadi-pribadi Zikir

Pribadi berdzikir, dzikir menjadi kepribadiannya
Allah tujuannya, Rasulullah SAW menjadi teladan dalam kehidupannya
Dunia ini pun menjadi surga sebelum surga sebenarnya

Bumi menjadi mesjid baginya
Rumah, kantor bahkan hotel sekalipun menjadi mushola baginya
Tempat ia berpijak
Meja kerja, kamar tidur menjadi hamparan sajadah baginya

Kalau ia bicara, bicaranya dakwah
Kalau dia berdiam, diamnya dzikir
Napasnya...tasbih
Matanya...penuh rahmat Allah, penuh kasih sayang
Telinganya...terjaga
Pikirannya...baik sangka
Tidak sinis, tidak pesimis dan tidak suka memvonis
Hatinya...diam-diam berdoa, doanya diam-diam
Tangannya...bersedekah
Kakinya...berjihad, ia tidak mau melangkah sia-sia
Kekuatannya...silaturrahim
Kerinduannya...tegaknya syariat Allah
Kalau memang hak tujuannya...maka sabar dan kasih sayang strateginya
Cita-citanya tertinggi teragung...syahid di jalan Allah
Kesibukannya...ia hanya asyik memperbaiki dirinya
Tidak tertarik mencari kekurangan, apalagi aib orang lain