|
Baksos ke-III EL FAWAZ GENERASI RABBANI yang dilaksanakan pada tanggal 19 April 2009 di Karang Anyar, Grogol mempunyai cerita menarik tersendiri. Kami tiba disana sekitar pukul 09.00 pagi. Karena daerah yang cukup sempit, maka semua pengurus turun dan berjalan kaki untuk masuk ke tempat acara. Semua barang perlengkapan dibawa serta. Sebagian dipaksakan dengan mobil untuk masuk ke lokasi. Sungguh pemandangan yang tidak biasa terlihat bagi kami. Merupakan potret daerah tersingkir karena terbentuk dari masyarakat yang tidak mampu bersaing sehat di kerasnya ruang lingkup kota Jakarta. Pemukiman terpadat penduduk se-Asia Tenggara. Daerah kumis (kumuh dan miskin) yang berisi banyak sekali kepala keluarga dalam satu area yang cukup kecil. Dimana jalan antar rumah hanyalah bisa dilewati untuk satu orang berjalan kaki. Bisa dibayangkan betapa rapatnya wilayah terebut. Juga kondisi saluran air yang rasanya sungguh memprihatinkan. Sangat wajar sekali jika mereka mengalami banjir pada kondisi-kondisi tertentu. Terlihat sangat kontras dengan bangunan megah dan luas yang sedang dibangun dibagian depannya.
Disana, kami bertemu dengan Ibu Zaenab, seorang ibu dari 3 anak, juga seorang nenek dari 1 cucu laki-laki, yang merupakan salah seorang warga setempat yang sudah lama tinggal disana. Beliau adalah salah seorang warga yang mempunyai kepedulian besar terhadap kondisi masyarakat disekitarnya. Dituturkannya, berbagai jenis cermin masyarakat ada disini. Dimulai dari anak muda yang pemakai narkoba, perampok, pemerkosa, penjudi, dan juga orang-orang yang masih ingin bertahan untuk hidup dengan baik. Begitu juga dengan profesi yang dijalani masyarakatnya. Ada yang mengumpulkan barang-barang bekas (baik itu orang tua maupun anak-anak), pengamen, preman, pengemis, dan juga karyawan mall. Ketika ditanyakan, apakah beliau pernah berniat untuk pindah dari sana, beliau mengatakan ia tidak diizinkan oleh warga untuk pindah, karena diminta untuk tetap membantu dan membina masyarakat disana. Ibu Zaenab berharap, walaupun warga miskin hartanya, namun tidak miskin hatinya. Tinggal disini adalah ladang amal untuk beliau. Subhanallah! Tergetar hati kami, rekan-rekan El Fawaz, ketika mendengarnya. Agak merasa malu juga, bahwa apa yang kami coba lakukan dan berikan rasanya masih kecil sekali. Karena masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan materi tapi juga pembinaan yang berarti. Kepuasan hidup yang Ibu Zaenab dapatkan dengan terus menjalankan syiar Islam dan bisa bermanfaat untuk masyarakatnya, sudah mencukupi bagi kehidupan beliau yang sungguh-sungguh sangat sederhana dan bersahaja. Kami, El Fawaz, ingin juga tidak kalah semangatnya dengan beliau. Acara dimulai pukul 09.30 pagi. Dibuka dengan tilawah, sambutan dari Ketua Pelaksana, sambutan dari pejabat warga sekitar, tausiyah dari Ust. Faisal Muntaka dan perkenalan kami oleh Ketua Harian El Fawaz Sayyid Quthb, S.Kom, S.Th.i, yang kami coba berikan disana adalah sembako murah, bazar baju layak pakai, pengobatan gratis dan pengecekan gula darah. Masyarakatnya sungguh sangat antusias. Berdatangan semua warga dari sekitar 14 RT. Walau hari semakin siang dan semakin bertambah naik pula suhu udara, tidak memudarkan mereka untuk datang. Saat itu kami sungguh menyadari bahwa apa yang kami berikan masihlah kurang sekali. Ketika waktu sudah menunjukan pukul 13.00 siang, acara sudah selesai dan ditutup, masih ada warga yang berdatangan. Mereka mengatakan belum tahu sebelumnya ada acara seperti ini. Kondisi itu menjadi catatan evaluasi tersendiri untuk kami. EL FAWAZ GENERASI RABBANI mengucapkan terima kasih banyak untuk semua rekan-rekan yang sudah membantu berjalannya kegiatan Baksos ke-III di Karang Anyar, Grogol. Dimulai dari bantuan dana yang diberikan oleh para sponsor kami, MT Telkomsel, Rumah Zakat, Portal Infaq, ACT dll. Kemuadian rekan-rekan budiman lain yang sudah mentransfer ke nomor rekening kami yaitu BSM 0037093082 a/n Abul A’la Al Maududi. Juga rekan-rekan yang sudah menyumbangkan pakaian layak pakainya, dari yang mengirimkannya ke sekre kami di Jl. Bangka II No. 25 RT 008/03 Mampang Prapatan. Dan juga yang sudah menyempatkan diri untuk datang membawakan sendiri semua pakaian yang ingin disumbangkan. Betapa kalian sunguh sangat membantu mereka dengan semua itu. Jazakumullah khairal Jaza, Akhi wa ukhti fillah… Dan sungguh semua hal yang kami lakukan masihlah banyak kekurangan. Maka dari itu mohon doakan juga agar kami bisa terus membantu dan memberikan bantuan yang terbaik kepada semua pihak yang membutuhkan. Dengan senang hati, kami juga akan menerima semua bantuan dari rekan-rekan sekalian yang ingin membantu lewat El Fawaz. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Semoga menjadi nilai keberkahan tersendiri di mata Allah SWT. |